SOSIALISASI PERDANA PERCEPATAN PENILAIAN PEMENUHAN CPOB MELALUI E-SERTIFIKASI CPOB
28 December 2018 | 10:53 WIB | Oleh. Admin CPOB

Surabaya,15 Nopember 2018 - Sebagai tindak lanjut implementasi terbatas e-sertifikasi CPOB yang dilakukan sejak tanggal 12-14 November 2018 di Gedung Pelayanan Publik Lantai 5 Badan POM, Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor melakukan sosialisasi dan implementasi terbatas aplikasi e-sertifikasi CPOB. Sebagaimana Peraturan Badan POM No. 26 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan disampaikan Sosialisasi kepada pelaku usaha di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur pada tanggal 15-16 November 2018 di Surabaya, dengan tema “Percepatan Penilaian Pemenuhan CPOB Melalui e-Sertifikasi CPOB”.

Dalam sambutan Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor yang disampaikan oleh Drs. I Made Bagus Gerameta, Apt selaku Kepala Balai Besar POM di Surabaya saat membuka sosialisasi ini, disampaikan bahwa pengembangan aplikasi e-sertifikasi CPOB yang terintegrasi dengan system Online Single Submission (OSS) merupakan salah satu upaya Badan POM dalam mendukung program pemerintah sebagaimana PP No 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik dan Peraturan BPOM No 26 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan, sehingga dapat membantu dalam perencanaan sertifikasi dan memantau timeline pelayanan publik.

Sebagai agenda pertama, para peserta yang terdiri dari 65 industri farmasi dan 5 Unit Transfusi Darah (UTD) PMI mendapatkan paparan mengenai Layanan Sertifikasi On line sebagai Inovasi Teknologi yang sejalan dengan Budaya Organisasi BPOM oleh Kabid Sistem Informasi Pusat Data dan Informasi BPOM, Bpk Arief Dwi Putranto, Bimbingan Teknis proses penerbitan izin industri farmasi melalui OSS secara langsung dari Bapak Muwasiq M. Noor selaku Ketua Tim Persiapan OSS Kemenko Bidang Perekonomian serta tutorial pembuatan akun dan permohonan Sertifikasi CPOB secara online yang disampaikan oleh perwakilan Tim IT Badan POM Bpk M. Novan Satriono, S.Kom.

Selain itu, dalam rangka peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam proses Sertifikasi atau Resertifikasi CPOB, pada kegiatan ini juga dilakukan diseminasi terhadap beberapa kebijakan teknis terkait ketentuan penerapan CPOB baik yang telah terbit maupun masih berproses untuk difinalkan di Lingkungan Kedeputian 1 Badan POM, antara lain Peraturan Badan POM tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan yang disampaikan oleh Kasubdit Was Produksi Produk Biologi dan Sarana Khusus Dra. Ega Febrina, Apt; Pedoman CPOB 2018 yang disampaikan oleh PFM Ahli Madya Dit.Was. Produksi Obat NPP Dra. Mudi Yunita Bukit, Apt. dan Tata Laksana Penilaian Pemenuhan Persyaratan CPOB Fasilitas Pembuatan Obat Impor yang disampaikan oleh Kasubdit Was Produksi Bahan Baku Obat, NPP Dra. Rumondang Simanjuntak, Apt., serta sosialisasi Pemanfaatan fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) dalam produksi obat yang disampaikan oleh Dra. Nurma Hidayati, Apt., M.Epid.

Direncanakan kegiatan ini akan diadakan pula di Bandung dan Jakarta pada bulan Desember 2018 kepada pelaku usaha di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera.