Peningkatan Kompetensi Pegawai Badan POM melalui Pelatihan CPOB Dasar
19 May 2021 | 16:58 WIB | Oleh. Admin CPOB

Sumber Daya Manusia adalah kunci utama dalam pencapaian tujuan pembangunan Indonesia kedepan. Melalui sumber daya manusia yang cerdas, kompeten dan berdaya saing maka warga Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Sesuai arahan RPJMN, sasaran pembangunan jangka menengah 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, Badan POM memiliki peran kunci antara lain memfasilitasi pengembangan obat dalam rangka mendukung akses dan ketersediaan obat untuk masyarakat sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional; mendukung investasi pada sektor industri farmasi dan alat kesehatan melalui fasilitasi dalam proses sertifikasi fasilitas produksi dan penilaian atau evaluasi obat; serta peningkatan daya saing industri farmasi dengan mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar dalam rangka menjamin keamanan, mutu, dan khasiat

Untuk mendukung RPJMN dan peran Badan POM, diperlukan personel Badan POM yang kompeten dan mengikuti perkembangan teknologi pembuatan obat terkini. Khususnya di Badan POM, dalam rangka meningkatkan efektivitas fungsi pengawasan Badan POM dan pengawalan sejumlah amanat pemerintah kepada Badan POM, dibutuhkan sumber daya manusia yang terpelihara dan meningkat kompetensinya dari waktu ke waktu. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia salah satunya melalui pelatihan.

Pada tanggal 7-9 April 2021 telah dilaksanakan Pelatihan CPOB Dasar, pelatihan ini merupakan pelatihan dasar bagi para Inspektur/calon Inspektur CPOB serta personil yang terlibat dalam inspeksi CPOB (Spesialis dari Bidang Pengujian, Registrasi dan/atau Bidang/Unit lain), baik dari Kedeputian I Badan POM, Balai Besar POM dan Loka POM di Kota/Kabupaten yang belum pernah mengikuti Pelatihan Teknik Inspeksi CPOB, sebagai salah satu persyaratan pemenuhan kompetensi Inspektur CPOB dalam pelaksanaan inspeksi CPOB ke fasilitas produksi obat. Pada kesempatan tersebut Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Preskursor dan Zat Adktif berkenan membuka kegiatan dan menyampaikan pesan bahwa dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kompetensi pegawai akan meningkat dan dapat mendukung Sasaran Strategis BPOM 2020-2025 dalam mewujudkan pengawasan post-market. Inspeksi terhadap fasilitas produksi obat diharapkan dapat dilakukan secara terpadu, konsisten, dan terstandar, serta mendukung penuh penegakan hukum di bidang pengawasan obat dan makanan.